Archive for the ‘renungan’ Category

Pacaran, Jatuh cinta, Putus cinta, Sakit hati, Cara Melupakan Mantan

Pacaran, Jatuh cinta, Putus cinta, Sakit hati, Cara Melupakan Mantan

bismillah,
^_^’

um..
hmm..
hhe.. bingung mau mulai darimana, maklum, topik yang satu ini.. aduhh.. gimana yah?hhe
hm, lho knp judulnya ini? lagi jatuh cinta ya?
-ah, enggak koq, ada request dari teman-
kalau masalah judulnya, itu saya sesuaikan dengan keyword di google,
siapa tahu aja ada orang yang lagi mengalami hal2 di atas, iseng atau serius searching di google, dan taarraa.. muncullah blog saya
yang hits nya belum nyampe 5000 ini. sepi ya?^^

baiklah,
pacaran itu enak ga sih?
waah.. kalau orang normal, make a relationship dengan seseorang yang kita sukai ya enaklah. Kan kita bisa saling berbagi, saling mendewasakan diri, ada tempat mengeluh, dll keuntungannya, begitu konon kata seorang teman ketika ditanya, kenapa pacaran. hhe. Waah.. indah ya..

Eits… tunggu dulu, ^^, apa bener seindah itu?
ayo kita runut perjalanannya, pertama ketemu wanita dimana gitu, nah wanitanya menarik hati lho [theme song lyric: lirikan matamu menarik hati, oh senyumanmu manis sekali]
nah gitu, lalu mulai deh penasaran… aduh, cantiknya, kalau jadi pacar mau gak ya? yah gitulah, gak tau kalau versi wanita gimana, soalnya saya pria.. [iyalah]
terus… teruss.. kiri.. yoop kirii… op..op stop. [emang parkiran] hha.. ga papa lah kan ceritanya pengen memarkir hati yang resah,
lalu singkat cerita, mulai kenalan, kalo zaman sekarang, lewat sms
cerita sana-sini, awalnya masih lurus-lurus.. terus dikit nyerempet-rempet “Ga ada yang marah ni, saya sms kamu? ntar ada yang marah lagi..”
haduuh.. saya jadi malu pas di skak mat sama seorang teman cwe yang sms “Kamu flirting yah?” hha.. dia baca gak ya tulisan ini

lama-lama telpon-telponan, terus ngajaki janjian, nge-date gituk…
weits, puncaknya nih, shoot your love to her heart.. [hha kata-kata buatan sendiri]
Yah.. dari semua langkah-langkah diawal, kayaknya ini yang bikin hati cukup deg-degan [bagi yang udah biasa] atau sangat deg-degan [bagi yang masih pemula] atau tidak deg-degan sama sekali [bagi yang playboy parah, hha]

Terus jadian deh, aduuh.. pake sayang2an, cinta-cintaan.. uhh.. romantis cookies [kata-kata buatan sendiri juga] laah… sampai janjian bakal cinta selamanya, takkan berpaling dari yang lain, dan bla-bla yang sebenarnya saya gak terlalu ahli siih, pembaca nih yang lebih ahli, ya kan pembaca? ^^ tuh kan senyam-senyum sendiri pas online.

terus gimana?
aduuh… seminggu pertama enak memasuki hari H plus 8 jalur lintas utara disesaki oleh berbagai kendaraan yang mudik, sementara di pintu tol cipularang terlihat antrian kendaraan sepanjang sejuta milimeter dan di pintu air sungai ciliwung, ketinggian air meningkat.. halaaah kuq jadi berita?!

okay-okay.. lho koq masuk hari ke8 udah mulai uring2an, cemburu-cemburuan sih? udah mulai protektif dan possesif gini… terus koq mulai bertengkar?
weiits… sang kekasih mencoba berbenah, “Maafin aku ya, kemarin aku terlalu gono-gini sama kamu” hha.. lalu keadaan mulai membaik…
eh tapi koq beberapa hari kemudian kelahi lagi? kali ini lebih yahud.. ibarat tinju udah naik kelas, dari kelas bulu super jadi kelas debu super kemudian atom super.. gyahaha, ga ding.

yah begitulah terus sampai akhirnya putus, “kita putus aja ya?”
nah kalau sama-sama udah ill feel, ya ‘Nrimo’. Kalo ga terima, biasanya yang cwo punya ego kayak gini “Ih. gue cwo koq di putusin? ga terima!”. Kalo yang yang cwe “Huh.. ternyta aku cuma jadi bahan permainan” terus pada beberapa dan banyak kasus jadinya berantem, “Ih, ngapain lagi inget2 dia? siapa sih?” / “Udahlah, dia itu bukan siapa-siapa” atau pada tingkat sarkasme yang sudah tinggi “Males gue ngeliat dia, ih.. jijik, udah, fotonya aja males gue, dia itu pengkhianat” dll, dkk, dst.. dhh [dhahahaha]

LHO! katanya, cinta kamu 4ever n ever… gak akan ninggalin, kamulah tuan putriku, pangeranku, atau kamu cinta sejatiku…
Mana tho? koq sekarang jadi bales hina-menghina jijik, pengkhianat gitu…

terus nih ya, ceritanya cari teman curhat buat membantu menenangkan jiwa, si temen bilang, “Udah, mending kamu cari yang baru aja, lupainlah”
“Iya ya, eh.. kamu ada kenalan gak? cariin aku pacar donk” atau “aku masih belum bisa melupakan dia, susah” lalu ya begitu siklus nya kembali ke awal, nyari-nyari, jadian lagi, putus lagi, muter-muter disitu2…terus pas ditanya kenapa pacaran, jawabannya bukan lagi “saling berbagi, saling mendewasakan diri, ada tempat mengeluh, dll”, tapi udah lumayan naik level jadi, “Belum menemukan yang tepat” selama masa pasca-putus ini aduuhh keliatan banget streesnya, mencari ketenangan kesana-kemari, lalu lari-lari, Heli [guk-guk-guk] koq jadi lagu anak2? hha

aduuhh.. gimana ya, rasanya mengingat kata-kata yang dulu pernah keluar kepada orang yang sekarang bukan siapa-siapa?
kalau kata saya, bukan kata dia, juga bukan ayahnya, apalagi anaknya [apaan sih, ga penting banget, naooon deuii, gitu bhs sundanya -baru belajar^^-]
siklus seperti itu seperti lingkaran setan yang susah buat keluar, makanya ada lagu putus nyambung nya Project Pop (ralat: BBB). [dan hampir semua lagu-lagu (indonesia) sekarang itu ya begitu-begitu aja]

aduuh… dulu pernah baca kalo di Al-Qur’an disebutkan bahwa hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.
Iya juga sih, kalo ngeliat temen yang alim gitu, haduuh mereka koq tenang sekali, Tapi jangan dibilang mereka ga jatuh cinta lho… Mereka jatuh cintanya high class sih, ga kayak kita-kita yang baru ngomong 10 menit ma cwe, bisa langsung jatuh cinta… hha. Temen saya itu hanya lebih bisa me-manage perasaannya. Kalo kita-kita kan ceritanya sekali liat aja bisa langsung bisa kejar-kejaran nomor hp, hha. Dan mereka bukan orang yang pacaran, males menjalani cerita yang begitu-gitu aja monotonnya. Nyari, jadian, putus, sakit hati, Nyari, dan itu dilakukan belum saatnya, kalau pacarannya umur 18, terus janjian 4ever, perkirakan menikah umur 25.. wuiiihhh… masih 8 tahun lagi udah janji! lamaa.. masih banyak cita-cita yang harus dikejar,

“tenang aja, kamu gak akan disia-siakan koq sama cwe, aduh ganteng gini, kalo udah kerja n sukses, kamu malah bakal diantri” kata almarhumah guru saya.
“Malah, yang dulunya playboy n pacar2an, sekarang istrinya biasa aja koq, yang rajin dan tekun mengejar sukses, biar ga seganteng si playboy, tapi sekarang istrinya lebih cakep” gitu kata Mama saya… aduuh… jadi malu [maklum, pemales^^] lalu inget lagi kata2 seseorang, “Kalau nembak manusia, banyak kemungkinan ditolak dan sakit hatinya. Tapi kalau nyatakan cinta pada Allah, kapanpun, dimanapun, sesalah apapun, sehina dan sejelek apapun, kamu akan diterima dan disayang-Nya, insya Allah”

Obat hati,
ada lima perkaranya
yang pertama baca Qur’an dan maknanya
yang kedua shalat malam dirikanlah
yang ketiga berkumpullah dengan orang shaleh
yang keempat perbanyaklah berpuasa
yang kelima dzikir malam perpanjanglah
salah satunya siapa bisa menjalani, moga-moga gusti Allah mencukupi [tombo ati-opik]

Pengemis itu aku, dan selalu kuberharap begitu…

Bismillah..

Ternyata setiap kejadian, apapun itu, Allah yang memegang kendali tiap-tiap apa yang akan terjadi. Sehelai daun yang terjatuh, meskipun berada di tengah surai-surai kegelapan hutan tropis. Ditutupi oleh rimbun dedaunan lainnya, Allah memegang kehendak atas daun itu, maka ia mengatur kadar airnya, hingga gugurlah ia.

Maka begitupun demikian, tiap makhluk mendapatkan rezekinya secara adil. Tak satupun yang luput dari genggaman kekuasaan-Nya, Allah rabbul ‘alamin. Juga Tak seekorpun makluk melata, melainkan Allah lah yang mengurus rezekinya. Tiap hembus nafas yang menyesaki paru-paru, kilauan sinar mentari pagi yang menerangi sudut-sudut gelap hati, dan kegelapan malam berhias gemilau bintang bersama derai tangisan hamba-Nya.

Bahkan Nafas adalah kemurahan-Nya

Semua jagad raya, tunduk, mengkerut, patuh sekali, pada kun fayakunnya. Allah tak memerlukan asbab untuk menjadikan sesuatu terjadi, atau sesuatu tidak terjadi. Ditangan-Nya lah segala kehendak-Nya.

Begitupun apa yang terjadi pada diri ini. Betapapun mimpi yang kupeluk begitu indah, jalan bertabur bunga di pelupuk mata. Kun Fayakun kata Allah, maka hilanglah semua, berlakulah ketetapan Allah padaku. Tak masalah bagiku hilangnya semua itu. Semua keindahan itu. Yang masalah adalah, ketika diri ini tiba-tiba tertampar hebat karena-Nya, ada sesuatu yang ingin Allah sampaikan kepadaku, ada kasih sayang yang ingin Allah berikan kepadaku. Bahwa semua keangkuan dan kesombongan yang selama ini melekat padaku, itu tidaklah baik wahai hambaku. Mungkin begitulah bunyi pesan itu.

Maka saat itulah, Allah menampakkan kesombongan-Nya padaku [Hanya Allahlah yang berhak berlaku sombong]. Diri ini tiba-tiba terkulai. Berderai bagai tapai. Tertiup bagai abu. Terdiam bagai malam. Malu, betapa jalan hati ini salah. Sudah seharusnya diri ini, hati ini merendahkan hati. Tak usahlah kawan, aku merendahkan hati. Kukatakan padamu, bahwa aku memang rendah, miskin, papa, lemah tanpa-Nya. Lalu apa yang pantas kutinggikan? mengapa masih juga kubiarkan keangkuhan mencengkram hati ini. Merasa besar dan kuat? Maka saat itulah Allah menampakkan keMahabesar-anNya, keMahaPerkasaan-Nya. Saat itulah, hamba merasa hancur. Hancur dalam kasih sayang-Mu.

Segala puji hanya bagi-Mu yang masih menegurku, yang masih menunjukkan jalan yang lurus kepadaku.

Tetaplah begitu, biarkan ku terus mengemis, menghiba-hiba, meraung-raung penuh tangis, mengetuk-ngetuk pintu Magfirah-Mu, jangan biarkan aku angkuh dan tertawa sombong. Tetaplah tunjukkan aku jalan lurus-Mu. Jalan orang Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang Engkau murkai dan bukan jalan orang yang sesat. amiin. Kasihanilah pengemis ini, Wahai Allah  Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Duhai Cinta

Al Akhfiya’ , mereka mutiara-mutiara yang tersembunyi…

Bismillah,

Andai saya bisa menjadi mereka..mendengarnya saja sudah kagum..subhanallah..

Mereka dikenal sebagai al akhfiya, orang2 langka yang sulit dicari ataupun dikenali, orang2 mulia tersembunyi yang selalu menyembunyikan setiap kebaikan yang dilakukannya. Dihadapan manusia, mereka berlaku biasa-biasa saja, tapi setelah semua manusia menghilang, maka sebenarnya, mereka ini adalah ‘gembong mafia kebaikan yang benar2 underground’ kebaikannya tersembunyi.

Andai saya bisa menjadi mereka..mendengarnya saja sudah kagum..subhanallah..

Mereka adalah orang2 yang ketika mendengar Qur’an atau Hadis dibacakan lalu menangislah matanya karena bening hatinya, lalu para akhfiya cepat2 menoleh seakan tidak ada apa2 sambil berkata, “mmm….berat sekali flu ini

Begitulah, padahal hatinya begitu bersih, tapi tak sedikitpun keinginan untuk dipuji manusia timbul dari hatinya, menutupi putihnya hati dengan pura2 flu. Bagi mereka, pujian manusia adalah hal kecil, yang mereka, para akhfiya butuhkan hanyalah pujian Allah swt.

Andai saya bisa menjadi mereka..mendengarnya saja sudah kagum..subhanallah..

Mereka, kelakuan sehari-hari tak ubah seperti manusia biasa. Tapi dibalik itu semua, tersimpan rahasia kejernihan niat mereka. Siang hari, banyak tertawa seperti manusia pada umumnya. Tetapi ketika malam sudah beranjak, maka terdengarlah raungan tangis taubat mereka, seperti pembunuh orang sekampung, meraung menangis sejadi2nya, meminta ampun seperti orang paling berdosa sedunia. Merekalah orang2 yang shalat sunnah sembunyi2, berharap tak seorangpun di dunia ini tau tentang shalat sunnahnya. Mereka adalah manusia yang bersedekah, ketika para pengemis tertidur. Ketika bangun dan menemukan uang entah milik siapai, si pengemis hanya bersyukur dan berdoa terhadap ‘manusia tersembunyi’ ini. Betapa mereka tak ingin si pengemis tau mereka telah berinfak, jangankan untuk dipamer2kan kesemua orang.

Mereka, para manusia mulia ini, adalah mereka yang membaca Al Qur’an dengan tenang diantara khalayak, namun menangis sejadi-jadinya ketika membacanya sendirian. Mereka, orang2 yang berjalan di hamparan bumi ini seperti banyak menusia lainnya. Padahal di tiap langkahnya, bergemuruh zikir di dalam hatinya. Mulutnya sama sekali tertutup, tak berharap ada orang yang tau apalagi memuji. Mereka, para al akhfiya, orang-orang berhati mulia. Mutiara tersembunyi di balik khalayak manusia. Kebaikan2 yang tersembunyi.

Andai saya bisa menjadi mereka..mendengarnya saja sudah kagum..subhanallah..

Hanya terus berharap mimpi indah semoga men jadi kenyataan indah… menjadi beberapa bulu putih dari milyaran bulu hitam.. menjadi jarum terjatuh, langka dicari dibalik jerami insan….

Kuman, teman dan iman… [gak nyambung yah?^^]

Abstrac:

Blog (tulisan ini dibuat saat jenuh UTS kalkulus [H minus 4]) hoii..hoii mas, udah lama tuh… J gak mama deh, yang penting post! J

Preword:

[hoii, mau bikin blog ato karya tulis seeeh? Pake2 abstrac ma preword segala] buat yang ketakutan megang uang lecek, buat yg ketakutan kena kotor, dll

Bismillah,

Kita misalkan ada seorang ibu yang sangat protektif dalam melindungi anaknya dari kuman sampai2 anaknya dijauhkan dari hal-hal yang bersifat kotor (saya heran dengan iklan TV yg bilang kuman ada dimana2, terus di zoom anak lagi megang uang seribuan dan bapaknya megang gagang pintu [uang dan pintu banyak kuman] ya ampun, dunia ini kan emang diciptakan penuh kuman bunk, kalo gak mau, lari aja dari bumi, cari bumi yang lain [sarkaas!!!, main keras ni?!?] lagian hargai donk Hak Azasi Kuman, kuman berhak hidup!)hoho..

Nah kita misalkan sebuah kasus untuk X dimana Y=X2 , halaah..ngaco, ok! Misalkan ada seorang anak yang dari lahir sampe umur 10 taon hidup dalam kesterilan [cut! Bukan steril mandul ya], dalam artian sangat2 higienis. Nah dengan begitu imunitas nya kan bakalan nol tuh, sel-sel pengidentifikasi kumannya ‘know nothing’ tentang kuman.

Kalo kata kakashi, mereka para imunitas, untuk kasus ini sama sekali gak tau kemapuan lawan, wong disentuh kuman aja belum pernah. Nah, pada saat ia tepat menginjak 10 tahun (pas ulang tahun) kecepatan pertumbuhannya dv/ds= 5, hitung dz/dt untuk u=10 tahun… (Hoii, ngaco! Ini bukan kalkulus!!) oke….oke….

[abang warnet dalam imajinasiku nyeletuk,” Hoiiii, lo! Mau ngenet ato belajar kalkulus di warnet?! Songong banget seeeh lo! Udah make2 jaket almamater lo, pulang-pulang! Jangan “nge-kalkulus” di warnet!! Songong sia! Lo tau, gue aje TK ga tamat, songong! Pulang,pulang! “ [caaa elaa…bahasa si abang, nge-kalkulus, kayak nge-jam aje…] “cheee-tAAkkkKK !!….wah busy…t*maaf sebagian teks hilang*, kepala gue dilemparing ma monitor…aduh…”hei, gak denger lo?pulang sono!”…] J juzt imagination.

Nah pas ultah 10 tahun, tuh anak dideketin ma temennya yang penyakit flu (si temen dah biasa kena flu) saat virus flu masuk ke tubuh ke anak steril [wacth out! Bukan mandul] maka, konoha gak punya informasi apa2 tentang akatsuki, maka sekali serang, konoha langsung tumbang dan tinggal nama…

(yah, writernya ngacok narutok lagik) gak diing, tuh imunitas anakkan gak tau apa2 tentang flu, sekali serang si anak yg 10 thun gak pernah kesentuh kuman, bisa aja langsung mati, karena gak punya imunitas (data imunitas). Karena bisa aje flu biasa malah dianggap flu burung, sars, tbc dll…hehe, maklum, belum pernah sakit.

Tuhkan,…konoha aja punya jiraiya buat memata2i akatsuki, sehingga konoha punya persiapan (imunitas) masa kita harus hidup steril, gak boleh megang uang lecek, gk boleh main tanah, gak boleh megang cewek [ye…itu mah emang gak boleh] gak boleh main cewek [apalagi yang ini, + g boleh..haha]

Nah, lihatlah si temen yang biasa dapet flu tadi… he feel nothing man …sambil ngelus rambut licinnya, si temen ngoceh “gue udah biasa koq dapet cobaan kayak gini,..itu derita lo, pengen hidup steril, songong seeh. Mati-mati lo”.

Nah gitu juga manusia, selalu diberi cobaan2 yang bertingkat2 agar benar2 terasah dan terseleksi… jangan seumur hidup senaaaaang mulu, pas suatu hari berebut ceban [ceban= uang sepuluh ribu, tapi bisa juga diartikan ‘Cewek BANdung’ hehe… , langsung KO, bunuh-bunuhan, mutilasi-mutilasian, potong sana potong sini, potong gaji, potong royong [hoi, gotong royong!]…. yo ze!..semangat!!