Pengemis itu aku, dan selalu kuberharap begitu…

Bismillah..

Ternyata setiap kejadian, apapun itu, Allah yang memegang kendali tiap-tiap apa yang akan terjadi. Sehelai daun yang terjatuh, meskipun berada di tengah surai-surai kegelapan hutan tropis. Ditutupi oleh rimbun dedaunan lainnya, Allah memegang kehendak atas daun itu, maka ia mengatur kadar airnya, hingga gugurlah ia.

Maka begitupun demikian, tiap makhluk mendapatkan rezekinya secara adil. Tak satupun yang luput dari genggaman kekuasaan-Nya, Allah rabbul ‘alamin. Juga Tak seekorpun makluk melata, melainkan Allah lah yang mengurus rezekinya. Tiap hembus nafas yang menyesaki paru-paru, kilauan sinar mentari pagi yang menerangi sudut-sudut gelap hati, dan kegelapan malam berhias gemilau bintang bersama derai tangisan hamba-Nya.

Bahkan Nafas adalah kemurahan-Nya

Semua jagad raya, tunduk, mengkerut, patuh sekali, pada kun fayakunnya. Allah tak memerlukan asbab untuk menjadikan sesuatu terjadi, atau sesuatu tidak terjadi. Ditangan-Nya lah segala kehendak-Nya.

Begitupun apa yang terjadi pada diri ini. Betapapun mimpi yang kupeluk begitu indah, jalan bertabur bunga di pelupuk mata. Kun Fayakun kata Allah, maka hilanglah semua, berlakulah ketetapan Allah padaku. Tak masalah bagiku hilangnya semua itu. Semua keindahan itu. Yang masalah adalah, ketika diri ini tiba-tiba tertampar hebat karena-Nya, ada sesuatu yang ingin Allah sampaikan kepadaku, ada kasih sayang yang ingin Allah berikan kepadaku. Bahwa semua keangkuan dan kesombongan yang selama ini melekat padaku, itu tidaklah baik wahai hambaku. Mungkin begitulah bunyi pesan itu.

Maka saat itulah, Allah menampakkan kesombongan-Nya padaku [Hanya Allahlah yang berhak berlaku sombong]. Diri ini tiba-tiba terkulai. Berderai bagai tapai. Tertiup bagai abu. Terdiam bagai malam. Malu, betapa jalan hati ini salah. Sudah seharusnya diri ini, hati ini merendahkan hati. Tak usahlah kawan, aku merendahkan hati. Kukatakan padamu, bahwa aku memang rendah, miskin, papa, lemah tanpa-Nya. Lalu apa yang pantas kutinggikan? mengapa masih juga kubiarkan keangkuhan mencengkram hati ini. Merasa besar dan kuat? Maka saat itulah Allah menampakkan keMahabesar-anNya, keMahaPerkasaan-Nya. Saat itulah, hamba merasa hancur. Hancur dalam kasih sayang-Mu.

Segala puji hanya bagi-Mu yang masih menegurku, yang masih menunjukkan jalan yang lurus kepadaku.

Tetaplah begitu, biarkan ku terus mengemis, menghiba-hiba, meraung-raung penuh tangis, mengetuk-ngetuk pintu Magfirah-Mu, jangan biarkan aku angkuh dan tertawa sombong. Tetaplah tunjukkan aku jalan lurus-Mu. Jalan orang Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang Engkau murkai dan bukan jalan orang yang sesat. amiin. Kasihanilah pengemis ini, Wahai Allah  Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Duhai Cinta

7 responses to this post.

  1. Berhari-hari sama sekali tak punya keberanian buat posting, hanya takut dan takut

    Balas

  2. Selamat kembali ke jalan yang benar yah …

    ^_^’, mbak dtg kesini ya? hmm.. entahlah, seprtinya grafikku menurun drastis de

    Balas

  3. sahabat…menyenangkan sekali blue bisa bersapa denganmu trus membaca postinganmu yang aku suka ini.
    salam perkenalan serta salam hangat selalu

    ^_^, ya sahabat. terlihat sekali blue sdg bahagia, sampe kenalannya dua kali ^_^. maaf ya, kalo ada salah sana-sini. maklum, newbie. Saya sdg terkendala. byk skali yg ingin sy post, ttp selalu takut. TUlisan tak sesuai kenyataan. Salam kenal, dan salam hangat

    Balas

  4. Ass.Wr.Wb..

    Maaf mas baru mampir..dari dulu hp saya selalu gagal membuka blog-nya Mas,mungkin krn ukuran file-nya yg terlalu besar.Tp Alhamdulillah..hari ini blog-nya Mas berhasil saya buka:-).

    Saya tersentuh dgn tulisan mas…membuat kita berpikir,bahwa kita adalah makhluk yg lemah dan tidak berdaya.

    Andai kita merenung dan berpikir..kita ini dilahirkan tanpa apa-apa sampai menjadi skrg ini,semua ini atas Kemurahan Allah atas makhluk-makhluknya.

    Subhnallah,Segala Puja dan Puji syukur kepada Allah…,Tuhan Semesta Alam.

    ooh, maafkan saya. Blognya terlalu besarnya ukurannya. tapi alhamdulillah terbuka

    ya, saya menyadarinya. seharusnya dari dulu sikap salah saya itu saya buang.

    subhanallah, segala puja dan puji hanya bagi Allah, pemilik hati manusia

    Balas

  5. Assalâmu ‘alaykum…
    Takut dgn ayat di Ash-shâf ya, akh?
    Subhânallâh…hati antum lembut sekali…
    Semangat akh! Jadikan ayat itu sbg motivator!

    wa’alaikusalam.wr.wb
    Ash-shaf? an belum tau. ayat yg mana akh?
    maaf ya, ilmu an masih sedikit. aplagi amalnya. ^_^

    Balas

  6. Mudah2an ana ngga OOT:
    ash-shâf 2&3… ayat yg ditakuti para da’i. Tapi mereka trus beqda’wah di bawah ‘ancaman’ ini, trus beristighfar…
    Mengutip antum: “…takut ga sesuai kenyataan…” ini luar biasa, blm kenal ayatnya, tp antum udah waspada!
    (eh,ga oot khan? Kalo oot hapus aja, akh. Malu2in… Maklum bangun tidur tadi pagi)
    Bârakallâhu fîkum!

    bukan-bukan, saya tahu, setelah saya lihat, ternyata ‘Kaburo Maghtan’ ya … saya tau koq. ^^
    da’i? ah, saya cuma pemuda baru tahu dikit akh, masih jauh panggang dari api

    Balas

  7. Ana juga dulu bilang begitu, akh, bukan da’i…
    Tapi seorang ustadz pernah bertausiah: “setiap muslim adalah da’i… Da’i ilallâh…”
    Jreng!! Terbukalah hakikat hidup setiap muslim di bumi ini…

    Yg antum lakukan dgn blog ini juga da’wah, akhi.

    Da’wah sampai mati !!!

    ^^, antm lebih hebat ^_^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: